Friday, February 15, 2013

::- 10 MUWASAFAT TARBIYAH-::



MUWASAFAT TARBIYAH


1. Salimul Aqidah

Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan- ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162). Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

2. Shahihul Ibadah

Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: ‘shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.’ Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq

Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setkal muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al- Qur’an, Allah berfirman yang artinya: ‘Dan sesungguhnya kamu benar- benar memiliki akhlak yang agung’ (QS 68:4).

4. Qowiyyul Jismi

Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk- bentuk perjuangan lainnya. Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya: ‘Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah’ (HR. Muslim).

5. Mutsaqqoful Fikri

Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia antuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: ‘pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (QS 2:219). Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatka pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah:samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).

6. Mujahadatun Linafsihi

Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatun linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setkal diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Tidak beragmana seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).

7. Harishun ‘ala Waqtihi

Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya. Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, Yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan:

‘Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu.’ Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

8. Munazhzhamun fi Syu’unihi

Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya. Dengan kata lain, suatu udusán dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.

9. Qodirun ‘alal Kasbi

Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena itu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memilik keutamaan yang sangat tinggi. Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt, karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.

10. Naafi’un Lighoirihi

Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tirák mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir). Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.

Tuesday, February 12, 2013

::-DUHAI DIRI-::




Duhai diri...


Hiasilah tidurmu dengan titisan air wudhu',

Selimutilah dirimu dengan kalimah syahadah,

Lelapkanlah matamu dengan alunan dzikrullah,

Awalilah tidurmu dengan sepotong doa....

Monday, September 24, 2012

::- HIDAYAH MILIK ALLAH-::




Sheikh al-Maraghi berkata:

“Sesungguhnya Allah SWT menerangkan bukti-bukti kekuasaan-Nya, menarik perhatian golongan pengingkar agar memerhatikan tanda-tanda kekuasaan dan kemampuan-Nya mengatur alam ini, kemudian Dia mencela keingkaran dan kegagalan mereka dalam kebatilan dengan hujah yang terang dan bukti jelas, lalu disusuli dengan perintah-Nya kepada Rasulullah SAW agar mengingatkan mereka dengan bukti-bukti ini yang tidak perlu diragukan lagi”.

Firman Allah SWT:
Oleh itu berikanlah sahaja peringatan (wahai Muhammad, kepada manusia, dan janganlah berdukacita kiranya ada yang menolaknya), kerana sesungguhnya engkau hanyalah seorang Rasul pemberi ingatan. (Al-Ghasyiyah : 21)

Ibn Kathir berkata: 
“Iaitu beri peringatanlah kepada manusia dengan apa yang aku utuskan kepada mereka”.

Monday, December 12, 2011

ARKANU AD DAKWAH






Rukun-rukun dakwah


1. Tajuk dakwah (Maudu’ adda’wah)
2. Pendakwah (Adda’ie)
3. Orang yang di dakwah (Almad’u)
4. Cara dakwah (Uslubudda’wah)


Apa yang di maksud dengan dakwah ialah dakwah kerana Allah. Maksud dakwah kerana Allah itu ialah dakwah kepada agamaNya iaitu Islam. (Susungguhnya agama di sisi Allah (diterimaNya) ialah Islam) yang mana nabi Muhammad saw membawa agama ini daripada Allah swt. Maka Islam ialah Tajuk dakwah (Maudu’ adda’wah) dan hakikatnya atau pon kebenarannya. Dan ini ialah rukun (usul) pertama dalam dakwah. Sesungguhnya Rasulullah saw yang mulia ini menyampaikan agama Islam yang bersifat agung dengan sebaik-baik penyampaiannya, menyempurnakannya dan berterusan menyeru kerana Allah sejak Allah memuliakannya dengan mengutuskan Muhammad sebagai rasulNya, sehingga baginda berpindah di sisiNya, yakni wafat. Dan demikianlah Allah mengutuskannya seraya berfirman yang bermaksud: “wahai nabi (Muhammad) sesunguhnya kami mengutuskan kamu sebagai pengsaksi, pembawa berita gembira dan orang yang member peringatan dan menjadi pendakwah kerana Allah dengan izinNya". Oleh itu, Rasulullah saw ialah pendakwah pertama yang menyeru kepada Islam. Maka pendakwah (Adda’ie) adalah rukun yang kedua bagi dakwah.


Golongan yang didakwah atau pon diseru kepada kebaikan oleh Rasulullah saw kepada Islam yang menyampaikan risalah baginda kepada mereka ialah orang-orang arab dan orang lain kerana risalahnya itu ialah umum kepada semua manusia tanpa menghadkan keatas orang arab sahaja sebagaimana firman Allah yang bermaksud:“Dan tidak kami utuskan kamu wahai Muhammad, kecuali sebagai orang yang membawa khabar gembira dan pemberi peringatan kepada semua manusia”. Maka orang yang diseru kepada Islam, orang yang di dakwah (Almad’u), ialah rukun yang ketiga bagi dakwah tersebut.


Sesungguhnya Rasulullah berdiri dengan dakwah itu kepada Islam dengan menggunakan medium-medium, cara-cara dan kaedah-kaedah yang tertentu yang mana Allah mewahyukan cara-cara itu kepada baginda tepat didalam Al-Quran dan sunnah nabi yang mulia. Dan cara-cara yang digunakan baginda untuk berkomunikasi dengan orang arab itu. ie. cara dakwah (Uslubudda’wah) ialah rukun yang keempat bagi dakwah.


Sebagaimana yang kita tahu setiap muslim wajib berdakwah kepada ajaran Islam kerana dakwah itu ialah fardu ain yang diwajibkan oleh setiap muslim, lebih-lebih lagi kita hidup sebagai umat nabi Muhammad saw, umat yang terpilih sememangnya perlu menjalankan dakwah untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah perkara mungkar. Sebagaimana yang telah diterangkan didalam kitab Ibnu Taimiah yang bertajuk Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar yang menerangkan firman Allah yang bermaksud:


“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung (berjaya).”


Surah Ali-Imran, Ayat 104.


Dan;


“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman tentulah itu yang lebih baik bagi mereka diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”


Surah Ali-Imran, Ayat 110.


Berdasarkan dua dahlil kuat ini, menunjukkan kepada kita bahawa dakwah ini amatlah penting yang menjadi tuntutan ummah untuk melahirkan generasi- generasi Islam yang mapan aqidah mereka menjalankan dakwah seharian untuk menjadi insan yang bertakwa kepada Allah (Rabuljalil).


Walaubagaimanapon harus diingat bahawa, seorang pendakwah tidak boleh menjalankan ibadah dakwah itu, tanpa mengetahui asas-asas dakwah tersebut atau tidak cukup ilmu agamanya menyebabkan sebahagian umat Islam yang lain tidak boleh menerima hasil dakwah dan teguran mereka. Hal ini demikian kerana para pendakwah pada era globalisasi ini tidak mempunyai asas yang kukuh serta bukti yang nyata untuk menyampaikan risalah yang telah diamanahkan oleh baginda saw kita. Malahan mereka suka berdakwah dan menyampaikan ajaran Islam yang suci ini supaya orang lain mengikuti ajaran tersebut tetapi mereka sendiri tidak mengamalkannya. Sifat ini tidak disukai oleh Rasulullah dan telah ditegur oleh Allah sebagaimana firmannya:


“Wahai orang-orang beriman, kenapa kamu berkata sedangkan kamu tidak buat”


Sebab itu lah terdapat sebahagian pendakwah atau ulamak yang selalu menyebut didalam ceramah atau pon dakwahnya “dan saya berpesan kepada semua orang Islam dan juga diri saya sendiri”, ini lah yang dipanggil tazkirah iaitu memberi peringatan kepada orang lain dan juga diri kita sendiri supaya tidak lupa dan alpa akan tujuan dan matlamat kita sebagai seorang pendakwah yang tidak terlepas juga dalam melaksanakan apa yang disampaikan.


Firman Allah swt:


“…dan berilah peringatan, sesungguhnya memberi peringatan itu bermanfaat kepada orang-orang mukmin”


Kesimpulannya, dakwah itu adalah suatu kewajipan bagi setiap muslim dan seharusnya mengingatkan diri sendiri bahawa dakwah yang disampaikan adalah untuk semua orang dan tidak terlepas kepada diri sendiri juga.


wallahua'lam.


Sumber:
1. Dr. Abdul Karim Zaidan. “Usulubudakwah”, Muka surat 5.
2. Ibnu Taimiah. “Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar”.
3. Tafsir Al-Quran

Sunday, October 23, 2011

...Menjadi Yang Terbaik!......


Bismillah..
sedikit perkongsian..
buat wanita solehah di luar sana^^..
semoga bermanfaat..

Menjadi yang terbaik!..

Sementara Rasulullah SAW sendiri sebagai tauladan unggul, sentiasa mencetus galakan dan saranan agar umatnya berusaha untuk menjadi yang terbaik, yang paling dikasihi dan seumpamanya sebagaimana yang dinyatakan di dalam rantaian mutiara hadis-hadis baginda.

Antaranya :


1. “Orang yang paling baik di kalangan kamu ialah orang yang paling baik (pergaulannya) dengan ahli keluarga dan aku adalah yang terbaik dari kalangan kamu dalam pergaulan dengan ahli keluargaku.” ( Hadis riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

2. “Hal terbaik bagi seorang mukmin setelah ketaqwaan pada ALLAH SWT adalah (memiliki) seorang isteri solehah, iaitu yang patuh jika disuruh, menyenangkan bila dipandang, membenarkan jika suami bersumpah atasnya, dan pandai menjaga diri dan harta jika suami tidak ada.”( Hadis riwayat Thabrani dari Abdullah bin Salam )

3. 
"Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang solehah."      (Hadis riwayat Muslim)

4. 
"Yang terbaik daripada wanita di dunia, ada empat: Maryam binti 'Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad dan Asiah isteri Firaun." ( Hadis riwayat Ahmad )

5. 
“Yang terbaik daripada kaum muslimin adalah yang menahan tangan dan lidahnya ( dari menyakiti ) Muslim yang lain." ( Hadis riwayat Muslim )


Dan banyak lagi hadis-hadis yang menganjurkan sedemikian.

Dan buat para muslimah yang sudah bergelar isteri.Saya percaya, usaha yang ikhlas kerana ALLAH SWT dari seorang isteri untuk ketenangan dan kedamaian suami di rumah, pasti akan diberikan ganjaran yang melimpah ruah dari sisi-NYA. Sebagaimana kata-kata suami kepada saya tatkala menegaskan pandangannya tentang hubungan suami isteri :
“…..hasil dari ketenangan di rumah, suami akan melihat dunia sebagai amanah yang dígalas atas nama ALLAH, dan bukan sebagai habuan kepada nafsu yang
bermaharajalela. Dunia baginya merupakan tempat untuk membalas kebaikan
keluarga, lalu dia menjadi seorang lelaki yang baik dan soleh….”


- Indahnya Hidup Andai Bersyariat-

Friday, October 21, 2011

~Cuti Merehatkan Minda~



Setiap kali cuti, mesti semua orang gembira dan seronok sebab dapat bercuti..
Tapi, bagi yang tahun akhir ini, cuti dihujung2 tahun ini penuh bermakna... 
Banyak perkara yang perlu dibuat... Dengan menyiapkan AR nya, Final Examnya, Kursus KISSM, esaimen KISSM, dan Exam KISSM.. banyak lagi benda yang perlu dibuat... 


Bagiku, syukur Alhamdulillah, tiba juga masa untuk merehatkan minda setelah berpenat lelah membuat AR sepanjang tahun ni... Dalam tempoh 2 minggu ni la masa untuk menyiapkan ASSIGNMENT KISSM yang agak susah... Semoga dipermudahkan segala urusan dalam menyiapkan assignment dan exam...  


Ya Allah, walaupun diri ini tidak sehebat orang lain, namun biar la diri ini dipandang elok pada pandanganMU ya Allah... Hanya kepadaMu tempat ku berdoa dan menaruh harapan. Tiada yang lain selainMU untuk menolongku... Jagalah hatiku supaya diriku tidak lalai dan menyimpang dari jalanMu Ya Allah...


Ku mengharapkan semoga cutiku lebih bermakna... Amiin Ya Rabb...=)

Saturday, October 8, 2011

~ TAUBATKU~



‎~ Yang Singkat Itu WAKTU. 

~ Yang Menipu Itu DUNIA.
 
~ Yang Dekat Itu KEMATIAN. 

~ Yang Besar Itu HAWA NAFSU. 

~ Yang Berat Itu AMANAH. 

~ Yang Mudah Itu BUAT DOSA. 

~ Yang Susah Itu SABAR. 

~ Yang Sering Lupa Itu BERSYUKUR.
 
~ Yang Mendorong Ke Neraka Itu LIDAH.
 
~ Yang Berharga Itu IMAN.
 
~ Yang Ditunggu Allah Itu TAUBAT...

~ DUNIA HARI INI....~

Isteri dalam pantang, bapa liwat bayi 23 hari

Apa nak jadi ni??

KUALA LUMPUR, 8 Okt — Berang isteri dalam pantang enggan melayan kehendak seksualnya, seorang lelaki berusia 28 tahun bagaikan dirasuk syaitan apabila sanggup meliwat bayi lelakinya berusia 23 hari di dalam bilik di rumah mereka di Taman Sunway, Batu Caves di sini kelmarin.

Laporan media menyebut lebih kejam apabila tangisan bayi malang yang menahan kesakitan itu langsung tidak diendahkan si bapa durjana, sebaliknya dia menjadi lebih rakus dengan bertindak menutup mulut anaknya itu menggunakan tangan dengan kuat, sekali gus menambah derita si kecil.


Bapa yang kejam itu berbuat demikian untuk mengelakkan tangisan bayi malang itu didengari isterinya yang ketika kejadian dilaporkan sedang berehat di ruang tamu rumah.

Dipetik Harian Metro hari ini, sumber polis berkata, tindakan keji dan kejam itu hanya disedari ibu mangsa berusia 39 tahun kira-kira pukul 4 petang apabila melihat mangsa tidak bermaya ketika mahu memandikannya.

“Si ibu terkejut apabila melihat bahagian mulut mangsa lebam. Pemeriksaan wanita itu kemudian mendapati bahagian dubur mangsa turut cedera.

“Dia mula curiga suaminya melakukan sesuatu yang buruk terhadap bayinya kerana sedar sebelum itu lelaki berkenaan bermain bersama anaknya itu di dalam bilik,” katanya.

Sumber berkata, tanpa pengetahuan suaminya wanita terbabit bergegas membawa mangsa ke sebuah klinik sebelum doktor mengarahkannya melakukan pemeriksaan semila di Hospital Selayang.

“Pemeriksaan doktor yang mengesahkan mangsa diliwat. Berang dengan perbuatan terkutuk suaminya itu, wanita itu membuat laporan di Balai Polis Selayang,” katanya lagi.

Sumber itu berkata, sebelum kejadian suspek mengajak ibu mangsa melakukan hubungan seks, namun wanita itu enggan kerana dia masih pantang kerana baru 23 hari melahirkan anak.

Lelaki itu ditahan malam kelmarin dan sedang direman selama empat hari.

Sumber juga berkata bayi itu berada dalam keadaan kritikal.

Ketua Polis Daerah Gombak Asisten Komisioner Abdul Rahim Abdullah mengesahkan penahanan lelaki berkenaan untuk membantu siasatan di bawah Seksyen 377 Kanun Keseksaan.

The Malaysian Insider

Saturday, October 1, 2011

5 TIPS MEMILIH SAHABAT

Pesanan al-Qamah (seorang sahabat Rasulullah S.A.W) kepada anaknya : 


* Pertama


Pilihlah sahabat yang suka melindungi sahabatnya, dia adalah hiasan diri kita dan jika kita dalam kekurangan kewangan, dia suka Mencukupi keperluan.




* Kedua


Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberi 
kan jasa atau bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa terharu. Jikalau ia melihat kebaiakan yang ada pada dirimu , dia suka menghitung-hitungkan ( menyebut-nyebutnya)


* Ketiga




Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberi 
kan jasa atau bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa terharu dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui keburukanmu, maka ia suka menutupinya.

* Keempat

Pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu daripadanya,pasti ia memberi. Jikalau engkau diam, dia mula menyapa dirimu dulu dan jika ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu, dia suka membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.

* Kelima

Pilihlah sahabat yang jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapan dan bukan selalu mempercayainya saja. Jikalau engkau mengemukakan sesuatu persoalan yang berat, dia suka mengusahakannya dan jika engkau berselisih dengannya, dia suka mengalah untuk kepentinganmu..


p/s : Dalam memilih sahabat, kita hendaklah memilh sahabat yang baik akhlaknya, baik pegangan agamanya, baik tutur katanya, baik budi bahasanya. Pilihlah sahabat yang boleh memahami kita dan dapat membantu kita mendekatkan diri kepada Allah. Itu lah ciri sahabat sejati. 

Akhir kata, untuk menjadi sahabat yang baik, kita sebenarnya  perlulah terlebih dahulu menjadi seorang sahabat yang baik kepada orang lain.  Sekiranya diri kita dianggap sebagai seorang sahabat yang baik, maka kita nanti akan dikurniakan sahabat yang baik oleh ALLAH ta'ala.  Yakinlah pada Allah..

Maka tanyalah diri kita, adakah diri kita sekarang ini boleh dianggap sebagai seorang sahabat yang baik? Sama2 kita renung2kan dan berfikir...=)

~ PENYEJUK HATI ~

Penyejuk Hati...


kadangkala kita senyum sekadar untuk menutup luka di hati & kadangkala kita ketawa hanya untuk mengubati kesedihan dalam diri..
Adakalanya kita melangkah dengan penuh yakin sedangkan perasaan goyah menunggu rebah...
Bila menangis tak siapa yang tahu..
walau siapa pun kita, di mana pun kita..langit dijunjung, tanah dipijak rapi..
Selagi kita hidup langkah mesti diteruskan..
Jangan sekali-kali kesal dengan nasib diri kerana kita adalah sebahagian dari makluk ALLAH yang sedang diuji... Allah yang mengetahui segala-galanya...


~ Sentiasalah berdoa dan memohon petunjuk daripadaNYA...Mudah2an Hati Menjadi Tenang...~

Thursday, September 22, 2011

Pengajaran Daripada Kisah budak penjual kuih


Selepas seminggu beraya di kampung, saya pulang ke Kuala Lumpur. Memikirkan highway PLUS sibuk, saya menyusuri laluan lama. Pekan pertama yang saya lintas ialah Teluk Intan. Terasa mengantuk, saya singgah sebentar di sebuah restoran di pinggir pekan itu. Sebaik memesan makanan, seorang kanak-kanak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul dihadapan.

"Abang nak beli kuih?" katanya sambil tersenyum. Tangannya segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kuih jajaanya.

Tak apalah dik... Abang dah pesan makanan," jawap saya ringkas.

Dia berlalu. Sebaik pesanan tiba, saya terus menikmatinya. Lebih kurang 20 minit kemudian saya nampak kanak-kanak tadi menghampiri pelanggan lain, sepasang suami isteri agaknya. Mereka juga menolak, dia berlalu begitu saja.



"Abang dah makan, tak nak beli kuih saya?" katanya selamba semasa menghampiri meja saya.

"Abang baru lepas makan dik. Masih kenyang lagi ni," kata saya sambil menepuk-nepuk perut.

Dia beredar, tapi cuma setakat di kaki lima. Sampai di situ, di meletakkan bakulnya yang masih sarat. Setiap yang lalu ditanya, "Tak nak beli kuih saya bang, pak cik, kakak atau makcik?"

Molek budi bahasanya! Mamak restoran itu pun tidak menghalang dia keluar masuk ke premisnya bertemu pelanggan. Sambil memerhati, terselit rasa kagum dan kasihan di hati saya melihatkan betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak langsung tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya enggan membeli kuihnya.

Selepas membayar harga makanan dan minuman, saya terus beredar ke kereta. Kanak-kanak itu saya lihat berada agak jauh di deretan kedai yang sama. Saya buka pintu, membetulkan duduk dan menutup pintu. Belum sempat saya menghidupkan enjin, kanak-kanak tadi berdiri di tepi kereta. Dia menghadiahkan sebuah senyuman. Saya turunkan cermin, membalas senyumannya.

"Abang dah kenyang, tapi mungkin abang perlukan kuih saya untuk adik-adik abang, ibu atau ayah abang." katanya petah sekali sambil tersenyum. Sekali lagi dia mempamerkan kuih dalam bakul dengan menyelak daun pisang penutupnya.

Saya tenung wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kesian di hati. Lantas saya buka dompet, dan menghulurkan sekeping not merah RM10. Saya hulurkan padanya.

"Ambil ni dik! Abang sedekah. Tak payah abang beli kuih tu," Saya berkata ikhlas kerana perasaan kasihan meningkat mendadak. Kanak-kanak itu menerima wang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus berjalan kembali ke kaki lima deretan kedai. Saya gembira dapat membantunya. Setelah enjin kereta saya hidupkan, saya mengundur. Alangkah terperanjatnya saya melihat kanak-kanak itu menghulurkan pula RM10 pemberian saya itu kepada seorang pengemis yang buta kedua-dua matanya.

Saya terkejut, lantas memberhentikan semula kereta, memanggil kanak-kanak itu.

"Kenapa bang nak beli kuih ke?" tanyanya.

"Kenapa adik berikan duit abang tadi pada pengemis tu? Duit tu abang bagi adik!" Kata saya tanpa menjawap pertanyaannya.

"Bang saya tak boleh ambil duit tu. Mak marah kalau dia dapat tahu saya mengemis. Kata mak kita mesti bekerja mencari nafkah kerana Allah berikan tulang empat kerat pada saya. Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan masih banyak, mak pasti marah. Kata mak, mengemis kerja orang yang tak berupaya, saya masih kuat bang!" katanya begitu lancar.

Saya sebak, sekaligus kagum dengan pegangan hidup kanak-kanak itu. Tanpa banyak soal saya terus bertanya berapa semua harga kuih dalam bakul itu.

"Abang nak beli semua ke?" Dia betanya dan saya cuma mengangguk. Lidah saya kelu nak berkata.

"RM25 saja bang."

Selepas dia memasukkan satu persatu kuihnya kedalam plastik, saya hulurkan RM25. Dia mengucapkan terima kasih dan terus berlalu.

Saya perhatikan dia sehingga hilang daripada pandangan. Dalam perjalanan ke Kuala Lumpur, baru saya terfikir untuk bertanya statusnya. Anak yatimkah? Siapakah wanita berhati mulia yang melahirknya? Terus terang saya katakan, saya beli kuihnya bukan lagi atas dasar kasihan, tetapi kerana rasa kagum dengan sikapnya yang dapat menjadikan kerjayanya satu penghormatan.

Sesungguhnya saya kagum dengan sikap kanak-kanak itu. Dia menyedarkan saya, siapa kita sebenarnya! 

 ( Perkongsian dari Sahabat FB) sama2 kta renungkan bersama...-)


KARNIVAL KEUSAHAWANAN & RAUDHAH JPP ( KARAK II )



Salam mahabbah buat sahabat2 blogger yg ada sekitar bangi n Nilai...

InsyaAllah IPG Kampus Pendidikan Islam Bangi akan mengadakan KARNIVAL KEUSAHAWANAN &  
RAUDHAH JPP ( KARAK II )  pd 26 - 1 0KTOBER 2011...

Perjalanan program adalah seperti gambar di atas...=)

Sahabat2 yg free serta berkelapangan  dijemput hadir..org luar jga di jemput hadir... 

Dengan kehadiran kalian dapat memeriahkan lg karnival kami... Jazakumullahu khairan 

Jazak..syukran..

Ana tolong adik2 JPP promote...-)

seberang pertanyaan boleh bgthu  ana...syukran..( ",)

Wanita solehah



Wanita solehah itu aurat dijaga,
Pergaulan dipagari,
Sifat malu pengikat diri,
Seindah hiasan di dunia ini.
Keayuan wanita solehah itu, tidak terletak pada kecantikan wajahnya,
Kemanisan wanita solehah, tidak terletak pada kemanjaannya,
Daya penarik wanita solehah itu,
Bukan pada kemanisan bicaranya yang mengoncang iman para muslimin,
Dan bukan pula terletak pada kebijaksanaannya bermain lidah, memujuk rayu,
Bukan dan tidak sama sekali.
Kepetahan wanita solehah,
Bukan pada barang kemas atau perihal orang lain,
Tapi pada perjuangannya meningkatkan martabat agama.
Nafsu mengatakan wanita cantik dengan paras rupa yang indah bak permata yang menyeri alam,
Akal mengatakan wanita cantik atas kemajuan dan kekebalannya dalam ilmu serta pandai dari segala aspek ,
Hati menyatakan kecantikan wanita hanya pada akhlaknya,
Itupun seandainya hati itu bersih untuk menilai.
Wahai wanita jangan dibangga dengan kecantikan luaran,
Kerna satu hari nanti ianya akan lapuk di telan zaman,
Tetapi jaga dan peliharalah kecantikan dalaman ,
Agar diri ini bersih dan sentiasa mendapat Rahmat Ilahi,
Wahai wanita jangan berbangga dengan ilmu duniawi yang kau kuasai ,
Kerna ada lagi manusia yang lebih berpengetahuan darimu ,
Wahai wanita jangan pula berdukacita atas kekurangan dirimu,
Kerna ada lagi insan yang lebih malang darimu.
Wahai wanita solehah jangan dirisau akan jodohmu,
Kerana muslimin yang bijaksana itu tidak akan terpaut pada wanita hanya kerana kecantikannya ,
Bersyukurlah diatas apa yang ada,
Serta berusaha demi keluarga, bangsa dan agama....